BODY SHAMING
I strongly against any kind of body shaming
I don't have a problem with people being fat, thin, short, have acne on their face, etc.
Do you think it's ugly that some people are fat because they like eating? It's just them enjoying life.
Do you think it's ugly that some people are fat because they like eating? It's just them enjoying life.
Do you think it's ugly that some people are thin so you think they should eat a lot? They might have come all way long to get to this point. And sometimes it's genetic.
Do you think it's ugly that some people are short so you think they should exercise more? It's just a matter of genetic.
Do you think it's ugly that some people are pimply? You may never know their battlefield to deal with that.
Do you think it's ugly for the fact that human body features and genetics vary from one to another?
Mengapa saya sangat membenci body shaming? Karena itu bukan hal yang baik untuk dilakukan.
Di dunia ini, tidak ada seorang pun yang memiliki hak untuk "menertawakan" badan kita, even parents to their kids, a husband to his wife, a wife to her husband. Our bodies are not things to make fun of. Tubuh kita semuanya yang menciptakan adalah Tuhan dan tugas terbesar kita sebagai manusia yang dikaruniai adalah mensyukurinya, sedangkan tugas bagi kita sebagai orang lain yang mengerti bahwa ada banyak perbedaan adalah menghargai.
Menurut saya, body shaming ini adalah issue yang dianggap sepele oleh banyak orang, merasa ini adalah hal normal, mungkin seperti dalam sebuah lingkaran pertemanan dimana body shaming bisa jadi salah satu bahan bercandaan, istilahnya kalau nggak ejek-ejekan nggak seru. Oh, itu nggak lucu. Gini ya, body shaming itu adalah masalah yang berkaitan dengan rasa menghormati dan rasa menghargai terhadap fisik seseorang. Berarti kalau ada yang melakukan body shaming, sense menghormati dan menghargainya dia perlu dipertanyakan. Sedekat apapun kita sama seseorang, ada satu hal yang perlu diingat, bahwa kita ini sama-sama manusia yang sama-sama memiliki naluriah untuk dihormati dan dihargai. Kata-kata seperti "Dasar gendut" "Dasar kurus" "Dasar pendek" "Dasar jerawatan" dsb adalah kata-kata super singkat yang efeknya bisa sangat destruktif. Saya akan kasih contoh imaginer, ini mungkin saja bisa terjadi di sekitar kita, si A lagi seneng nih baru beli make up baru, beli foundation merk terkenal yang kemudian dia pakai esok harinya ke kampus. Ketemu temen deketnya dia bernama si B di kampus, si A bilang "Eh aku pakai fondie baru lho. Gimana menurutmu?" si B bilang "Wah bagus kok, cerah" si A seneng, tapi tiba-tiba si B bercanda "tapi tetep aja nggak bisa nutupin jerawatmu di pipi itu".
Menurut saya, body shaming ini adalah issue yang dianggap sepele oleh banyak orang, merasa ini adalah hal normal, mungkin seperti dalam sebuah lingkaran pertemanan dimana body shaming bisa jadi salah satu bahan bercandaan, istilahnya kalau nggak ejek-ejekan nggak seru. Oh, itu nggak lucu. Gini ya, body shaming itu adalah masalah yang berkaitan dengan rasa menghormati dan rasa menghargai terhadap fisik seseorang. Berarti kalau ada yang melakukan body shaming, sense menghormati dan menghargainya dia perlu dipertanyakan. Sedekat apapun kita sama seseorang, ada satu hal yang perlu diingat, bahwa kita ini sama-sama manusia yang sama-sama memiliki naluriah untuk dihormati dan dihargai. Kata-kata seperti "Dasar gendut" "Dasar kurus" "Dasar pendek" "Dasar jerawatan" dsb adalah kata-kata super singkat yang efeknya bisa sangat destruktif. Saya akan kasih contoh imaginer, ini mungkin saja bisa terjadi di sekitar kita, si A lagi seneng nih baru beli make up baru, beli foundation merk terkenal yang kemudian dia pakai esok harinya ke kampus. Ketemu temen deketnya dia bernama si B di kampus, si A bilang "Eh aku pakai fondie baru lho. Gimana menurutmu?" si B bilang "Wah bagus kok, cerah" si A seneng, tapi tiba-tiba si B bercanda "tapi tetep aja nggak bisa nutupin jerawatmu di pipi itu".
She had tried her utmost to please herself by applying some make-up until someone destroys her feelings with mean words. Komentar-komentar kecil seperti itu, walaupun tujuannya bercanda, bisa membuat seseorang menjadi insecure dan kehilangan kepercayaan dirinya, bahkan bisa kehilangan body positivity.
Sedikit cerita, pernah suatu hari di kampus saya bertemu dengan kolega (kolega di kampus berarti orang yang "ada" di kampus, saya tidak spesifik menyebutkan karena takut menyinggung, kayak iya dia bakal baca aja huhu). Sedikit clue, dia lebih senior dari saya dan saya sudah kenal orang ini sekitar 1 tahunan. Saat itu kami tidak sengaja bertemu di lift karena akan menuju lantai yang sama. It's been a while since the last time I met her. Saya sapa dia dengan sopan. Dia tersenyum. Kalimat pertama yang langsung dia katakan kepada saya "Revi kok tambah kurus sih, makan yang banyak." "Iya, memang bawaanya nggak bisa gemuk." Balas saya sambil senyum dan cekikikan, tapi dalam hati saya merasa itu sangat annoying and it hurts. Jarang-jarang bertemu, was that the first thing she had to ask me? Saya saja hidup bahagia dengan kondisi badan yang susah gemuk, lha kok bisa-bisanya dengan tiba-tiba berkomentar sesuatu tentang fisik saya yang saya saja tidak mempermasalahkan.
Saya tau beberapa orang suka basa-basi, tapi apakah mengomentari fisik seseorang adalah sebuah pilihan? Sama sekali bukan. Leave it, dude!
Words are powerful. You never know how deep your words can bring someone's self-esteem down. Instead of making fun of the body of others, do yourself a favor by learning something good to say.
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)
(sumber Hadist: google)
Comments
Post a Comment